tki

TKI juga bisa #CintaRupiah

Tegal Corner Review

Cinta Rupiah –  Istilah TKI, sebagaimana kepanjangannya “Tenaga Kerja Indonesia” mengacu kepada seorang warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri. Biasanya dilatarbelakangi karena masalah ekonomi dan sulitnya mendapat pekerjaan di dalam negeri. Lalu apa hubungannya dengan cinta rupiah? Bukankah TKI mendapat uang asing?

Memang betul demikian. Sebagaimana kita ketahui seorang TKI akan mendapatkan gaji atas pekerjaannya berupa uang. Tentu saja dengan mata uang yang hanya berlaku di negara tempat ia tinggal. Namun di sisi lain, mencintai rupiah alias mata uang milik Indonesia adalah suatu hal yang dianjurkan. Lalu bagaimana cara seorang TKI mencintai rupiah? Inilah jawabannya.

Wujud aktualisasi seseorang cinta rupiah dapat beraneka ragam. Misalnya dengan merawat uang rupiah agar tetap bersih dan rapi, menggunakan uang rupiah dalam bertransaksi, tidak boros, membeli barang dengan bijak, dan lain sebagainya. Nah adapun untuk seorang TKI, sebenarnya sama saja dalam mengaktualisasikan rasa cinta rupiah. Seorang TKI dapat memulainya dengan menukarkan semua uang asingnya dengan uang rupiah. Karena dengan demikian, akan menghasilkan beberapa keuntungan diantaranya:

1. Bertransaksi dengan alat pembayaran yang sah di Indonesia
Tentu saja, setelah TKI tersebut pulang ke Indonesia, uang asing yang Ia miliki tidak akan berlaku untuk digunakan sebagai transaksi. Hanya rupiah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Sehingga uang asing yang dimilikinya harus ditukarkan dengan uang rupiah.

2. Menambah devisa bagi negara
Sebagaimana kita ketahui, devisa adalah emas atau valuta asing yang dapat digunakan oleh suatu negara untuk bertransaksi dengan negara lainnya. Dengan menukarkan uang asing dengan uang rupiah, seorang TKI telah membantu secara langsung menambah kepemilikan negara atas uang asing. Uang asing ini nantinya dapat digunakan oleh negara untuk membeli produk impor, membayar pajak ekspor, membayar utang luar negeri, dan untuk keperluan lainnya.

3. Membeli material untuk mencetak uang
Tahukah Anda jika material untuk mencetak uang diperoleh dari impor? Memang demikianlah kenyataannya. Syarat bahan baku uang yang harus berkualitas tinggi, tidak mudah diperoleh dan ditiru (keamanan tinggi). Bahan baku uang kertas seperti kertas dan tinta, sebagian besar sudah diproduksi di dalam negeri, sebagian lagi masih diperoleh dari impor. Sebagaimana dilansir dari laman detikfinance (detik.com), bahwa biaya untuk mengimpor bahan baku uang kertas mencapai Rp 400 miliar/tahun. Demikian pula untuk bahan baku uang logam masih harus diperoleh dari impor. Misalnya untuk uang logam pecahan 1000 rupiah, bahan bakunya adalah logam NPS, nickel plated steel yang diimpor dari Kanada. Tentu kegiatan impor tersebut membutuhkan biaya dari devisa yang tidak sedikit.

Nah dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya seorang TKI pun dapat mencintai rupiah dengan cara yang telah disebutkan di atas. Bentuk cinta rupiah seorang TKI adalah secara langsung menambah devisa bagi Indonesia dan menggunakan uang rupiah dalam bertransaksinya.

 

foto pontianakpost

(Visited 73 times, 1 visits today)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *